Sabtu, 28 Juli 2012

Airport Sultan Syarif Kasim (NEW) Miskin Toliet & Listrik

Ini bukan pertama kalinya kunjungan saya ke Pekanbaru. Kali ini saya mengunjungi Pekanbaru dari Medan via darat karena harus menyelesaikan tugas di Kabupaten Padang Lawas. Padang Lawas dapat ditempuh dari Medan sekitar 10-12 jam melalui darat dan sebaliknya kalau dari arah Pekanbaru hanya membutuhkan 6-7 jam. Perjalanan kali ini harus saya tempuh melalui Medan karena banyak pihak yg harus ditemui dan koordinasi dengan beberapa instansi terkait. Singkat cerita malam itu sy dan rombongan setibanya di Pekanbaru dari Sibuhuan (ibukota Kabupaten Palas) sekitar jam 10 malam, kami menginap di Hotel Furaya di pusat kota Pekanbaru. Karena kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang begitu tiba di kamar saya langsung beristirahat.

Dengan tiket yg sdh dipesan sebelumnya Garuda GA 171 flight jam 07.00 kami sdh chckout dr hotel jam 05.00 setelah Sahur dan shalat Subuh. Perjalanan dari hotel ke airport ditempuh lebih kurang 20 menit, itupun karena sopir taksi dan mobil yg dikendarainya lelet (istilah yg kurang tepat sebenarnya) tetapi karena memang begitu keadaannya meskipun sudah diingatkan untuk lebih cepat. Setibanya di airport sy cukup kagum dengan kemegahan airport yang baru struktur bangunan maupun desainnya. Rupanya airpot Sultan Syarif Kasim baru ini sudah diopersikan sejak 3 minggu yg lalu, menyongsong PON XVIII di Pekanbaru. Begitu memasuki lobi airport aroma dan nuansa baru masih terasa kental. Keteraturan mulai nampak, loket-loket penjualan tiket berada di dalam terminal untuk menghindari calo tiket kelihatannya. untuk naik keruangan check in penumpang cukup dimanjakan dengan elavator berjalan. Begitu melangkah ke lantai 2, jejeran counter check-in berbegai maskapai sudah berjejer rapi, setelah menyelesaikan proses check in di counter Garuda saya pun beranjak naik ke lantai 3 menuju ruang tunggu. Sebelum memasuki ruang tunggu kita sudah dihadapkan pada loket pembayaran airport tax, posisi loket ini tepat di bawah kubah bangunan airport yang berwarna biru sungguh megah. Selesai membayar airport tax saya pun pergi ke ruang tunggu setelah melewati prosedur rutin x-ray dan sebagainya akhirnya tiba di ruang tunggu. Alhamdulillah saya pikir sekarang tinggal menunggu panggilan boardin yang tertera di boarding pass jam 06.30 sudah boarding. Ruang tunggu ini (penerbangan domestik)kalau berdasarkan taksiran saya memiliki kapasitas muat lebih kurang untuk 500 orang, sedangkan ruang tunggu penerbangan internasional tepat berada di sebelahnya. Begitu saya merebahkan badan di deretan kursi ruang tunggu, rasanya perut tidak bisa kompromi, akhirnya saya pun pergi ke toilet (pria tentunya). Tetapi alamak antrinya... toiletnya kecil sekali ukurannya hanya 16 M2, dengan 4 urinoir dan 2 kloset jongkok. Karena antri akhirnya sayapun mencoba mencari toilet lainnya yang parah ternyata di ruang tunggu penerbangan domestik hanya inilah satu-satunya toliet. akhirnya saya keluar mencoba mencari toilet di bagian luar ruang tunggu setelah berkeliling dan bertanya ke petugas toiet yang lain adanya didalam ruang tunggu internasional. Matilah, karena tidak mungkin saya lari ke lantai 2 atau ke lantai 1, akhirnya saya kembali masuk ke ruang tunggu dan mencoba masuk kembali ke toilet ternyata sudah tidak terlalu antri. akhirnya giliran saya masuk, alhamdulillah selesai juga.

Saya tidak bisa membayangkan seandainya 50 orang saja di ruang tunggu secara bersamaan terkena sakit perut dan buang air bersamaan apa yang akan terjadi "chaos" kah? Belum lama didalam toilet saya terkejut istrik mati, gelap gulita tentunya didalam toilet. saya berpikir cuma didalam toilet yang mati, berbekal cahaya Blackberry akhirnya saya pun bisa keluar toilet. Alamak, semua aliran listrik mati!!! Listrik mati kurang lebih 10 menit. Ada 2 hal pengalaman luarbiasa saat saya "mencicipi" airport Sultan Syarif Kasim yang baru, yaitu Miskin Toilet dan Miskin Listrik tersembunyi dibalik kemegahannya. Akhirnya sang Garuda memanggil, sampai jumpa lagi Pekanbaru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar