Selasa, 06 Mei 2014

Cerita Pulang Kampung Bulanan Mei 2014

Kegiatan pulang kampung bulanan kali ini saya bermaksud menyelesaikan beberapa urusan yang sempat tertunda yang hanya bisa dilakukan pada hari kerja sehingga dengan terpaksa saya harus meminta izin satu hari yaitu hari Senin untuk menyelesaikan urusan tersebut. Biasanya kalau pulang kampung saya berangkat dari Jakarta hari Jumat sore/malam dan balik ke Jakarta lagi hari Minggu malam atau Senin pagi. Tapi pola pulkam satu bulan ini mulai berubah karena saat ini setiap Jum’at malam sampai dengan Sabtu sore saya harus kuliah terlebih dulu di Bogor baru bisa pulang ke Cirebon. Setiap Jumat sore dari Jakarta ke Bogor biasanya saya tempuh dengan menggunakan KRL Commuter line, namun karena waktu tempuh dan beban gerbong KA yang luarbiasa menjadikan saya untuk mencoba moda transportasi lainnya yaitu BMW. Sebutan BMW adalah Bus Manggala Wanabakti istilah lain dari teman-teman karyawan Kementerian Kehutanan untuk Bis Jemputan pegawai yang berada di Komplek Gedung Manggala Wanabakti. Dengan menumpang BMW perjalanan agak ringan karena tinggal duduk nyaman sepanjang perjalanan dan turun di halte PMI Bogor terus tinggal jalan selangkah menuju Sekolah Pascasarjana IPB. Waktu kuliah dimulai jam 18.30 malam dan baru selesai jam 22.00 malam. Selesai kuliah biasanya saya menuju Kost harian di Jl. Riau belakang Mesjid Raya atau mencari tebengan tidur di rumah teman. Sabtu paginya mulai jam 08.00 sampai dengan 17.00 saya kembali belajar. Selesai kuliah saya langsung beranjak dari kelas dengan tujuan mengejar KRL jam 18.00 sore karena perhitungan saya paling lambat jam 19.00 malam harus sudah tiba di stasiun Gambir karena tiket KA Argo Lawu ke Cirebon jam 20.00. Menggunakan Angkot 03 dari depan kampus saya tiba di Stasiun Besar Bogor jam 17.30 alhamdulillah sudah ada KRL yang siap berangkat tujuan Stasiun Kota dan saya pun membeli tiket dengan tujuan Stasiun Gondangdia karena KRL sudah tidak berhenti lagi di Stasiun Gambir. Perjalanan ke Gondangdia ditempuh kurang lebih satu jam, begitu KRL berhenti saya langsung mencari ojek untuk ke Stasiun Gambir. Karena buru-buru tidak sempat lagi untuk menawar akhirnya harga 15ribu pun disepakati untuk sampai ke Gambir. Begitu di Gambir rupanya ada KA Cirebon Ekspres jam 18.40 akhirnya tiket KA Argo Lawu yang sudah saya beli saya tukar. Penukaran tiket cukup mudah yang penting maksimal satu jam keberangkatan dipotong 25% dari harga tiket dan ditambah dengan biaya perubahan tiket 15ribu. Jadwal KA Cireks seharusnya jam 18.40 berangkat dan rencana tiba 21.30 di Cirebon, namun karena adanya keterlambatan kereta akhirnya kereta baru berangkat jam 19.30 dan tiba di Cirebon jam 22.00. Alhamdulillah akhirnya bisa sampai di Cirebon, tinggal melanjutkan perjalanan ke rumah menggunakan Elf atau Mikro sebutan orang Cirebon. Selesai melepas rindu dengan anak-anak selama dua hari di rumah dan menyelesaikan beberapa urusan yang sudah terjadwal di hari Senin akhirnya saya harus balik ke Jakarta. Keberangkatan saya ke Jakarta terjadwalkan dengan KA Argo Dwipangga dengan jadwal keberangkatan jam 01.30 pagi. Karena lepas tengah malam akhirnya dari rumah saya diantar orang rumah sampai Stasiun Cirebon. Sampai di Stasiun waktu masih menunjukan jam 01.20 menit, masih ada waktu buat menunggu kereta saya berpikir demikian. Tetapi yang saya heran kenapa KA Bangunkarta yang dijadwalkan berangkat dari Cirebon jam 01.44 koq bisa tiba duluan sedangkan KA Argo Dwipangga yang dijadwalkan jam 01.30 tidak ada berita pemberitahuan sama sekali. Tiba-tiba petugas PT. KA menawarkan kepada penumpang KA Dwipangga yang ingin menumpang KA Bangunkarta dipersilahkan dengan alasan belum ada kejelasan informasi jam berapa KA Dwipangga tiba di Cirebon. Lah iki piye toh, kita selaku konsumen koq ga diberitahukan sebelumnya, tiba-tiba begitu di Stasiun hanya diberi informasi sepihak. Bukannya pada saat reservasi secara online kita sudah memberi informasi nomor telepon dan email kita. Yang lebih parah lagi kursi yang tersedia di KA Bangunkarta hanya ada 3 seat, sedangkan penumpang KA Dwipangga tujuan Jakarta yang mau transfer ada sekitar 10 orang. Solusinya mereka menawarkan gerbong makan, beberapa orang termasuk saya akhirnya memutuskan untuk ikut KA Bangunkarta karena pagi-pagi harus sudah ngantor. Dengan berat hati saya akhirnya mencoba menikmati fasilitas tempat duduk Gerbong makan. Jam 04.30 pagi KA Bangunkarta tiba di Stasiun Gambir, sambil menunggu hari sedikit terang saya menunggu di Lobi stasiun sebelum akhirnya jam 05.30 saya berangkat ke Kantor. Kembali di siklus kesibukan dan kemacetan Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar