Senin, 11 Maret 2013
Journey to Borneo
Begitu mendengar perjalanan ke Kalimantan ingatanku langsung menyeruak kembali ke masa lalu disaat pertama kalinya aku menjejakan kaki di bumi mandau ini. Saat itu aku masih siswa kls 3 sebuah sekolah kehutanan di jawabarat. Pengalaman menyusuri belantara kalimantan seolah menjadi magnet penarik rindunya perasaan untuk kembali kesana.
Kali ini tempat yang akan aku kunjungi adalah Balikpapan!!! Oh my God sesuatu hal yang razanya tidak mungkin kubayangkan...
Perjalanan Jayapura Balikpapan ditempuh ± 10 jam dengan transit di Makassar dan Jakarta, perjalanan yang melelahkan untuk sebuah perjalanan rute domestik.
Waktu menunjukkan pukul 17.55 WITA saat Lion 900ER LNI766 mulai landing di Bandara Sepinggan Balikpapan. Langit mendung gerimis perlahan turun suasana senja menambah nuansa magis yang langsung menyergap. Setapak-demi setapak kuturuni tangga pesawat, akhirnya kujejakan kembali kaki ku di Borneo ini. Ruang kedatangan seolah sudah menunggu kedatangan ku dengan rombongan. Hilir mudik penumpang yang datang dari berbagai tujuan mewarnai pemandangan sore itu seolah ingin menunjukan bahwa sdh sepantasnya Sepinggan disebut bandara internasional. Setiap hari sang Garuda saja 5 kali menjejakan sayapnyadisini belum lagi Lion, Sriwijaya, Batavia dan Merpati.
Tak tahan menahan pipis mampirlah aku ke toilet, dan tak kuheran jika kebersihannya jauh lebih bersih dibanding bandara Sentani Jayapura yang ibaratnya orang mau pipis pun harus bawa pispot dari rumah.
Perlintasan bagasi mulai berputar, satu persatu penumpang mulai mengambil barang masing-masing. Lima belas menit, setengah jam, sejam sudah berlalu sampai mesin perlintasan bagasi berhenti barang-barang kami tidak ada !!! Dengan perasaan dongkol aku pun melapor ke bagian lost and found Lion, Mas Djoko namanya orang yang menerima laporan kami setelah mencatat jenis tas, merk dan setelah saling bertukar nomor HP dia menjanjikan akan menelpon jika barangnya sudah datang. Yang jadi masalah baju ganti dan oleh-oleh ada di tas-tas tersebut, tapi kami terpaksa harus pasrah.
Perjalanan kami masih berlanjut malam inipun kami harus ke Samarinda karena besoknya harus melapor ke instansi kehutanan setempat. (
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar