Senin, 11 Maret 2013

Wellcome to Jayapura

Untuk sampai di Jayapura ibukota Provinsi Papua kita bisa menempuh jalur udara dan laut, melalui jalur laut waktu tempuh Jakarta – Jayapura kurang lebih 7 hari perjalanan dengan melewati/transit di beberapa kota di perairan Nusantara tergantung pada rute kapal yang kita tumpangi. Dalam sebulan 4 (empat) kali kapal Pelni berlabuh di Kota Jayapura, orang di Papua lebih senang dengan menyebut dengan sebutan “Kapal Putih” karena dominan kapal Pelni memang berwarna putih. Untuk traveller yang menyenangi perjalanan laut dengan melintasi kota-kota di jalur nusantara, kapal putih merupakan alternatif yang sangat menyenangkan, karena kalau mau diukur dari sisi ekonomis terkadang naik pesawat bisa lebih murah. Melalui jalur udara kita dilayani beberapa maskapai penerbangan antara lain Garuda, Lion Air, Batavia Air, Expres Air dan maskapai penerbangan pelat merah tertua Merpati Nusantara. Pintu masuk utama ke Jayapura dari semua kota di luar Papua adalah Makasar karena semua maskapai penerbangan yang menuju ke Jayapura pasti transit di kota angin mamiri tersebut. Setelah melewati Makassar jalur perjalanan ke Jayapura terbagi ke tiga tujuan ada yang melalui Biak-Jayapura, Sorong-Manokwari-Jayapura, Timika-Jayapura. Tetapi beberapa maskapai seperti Lion Air dan Garuda melayani penerbangan langsung Jakarta-Makasar-Jayapura. Apabila kita ingin menikmati indahnya hutan hujan tropis terbesar di Indonesia melalui udara sebaiknya kita mengambil penerbangan malam dari Jakarta, rata-rata waktu penerbangan Jakarta-Jayapura antara 7-8 jam sehingga jika menggunakan penerbangan malam maka pagi hari kita sudah bisa tiba di Jayapura. Menjelang tiba di Jayapura di pagi hari itulah dari pesawat kita biasanya kita disuguhi pemandangan menakjubkan hamparan rimbunan pepohonan laksana permadani hijau terhampar di bawah kita. Tiga puluh menit menjelang pendaratan kita akan melayang di atas danau Sentani dan pegunungan Cagar Alam Cyclop, pesawat akan berputar mengelilingi danau mencari angle yang tepat bersiap untuk landing. Disaat seperti itu adalah momen yang tepat jika kita ingin mengambil gambar keindahan danau Sentani dan pegunungan Cyclop. Danau Sentani dianggap penting, karena posisinya yang strategis terletak dalam lintas wilayah adminitrasi Kabupaten Jayapura 49%, Kota Jayapura 44% dan sebagian kecil masuk dalam wilayah Kabupaten Keerom 7% dengan luas mencapai 77.682 hektar. Begitu pesawat kita mendarat di Bandara Sentani, sesaat kita memasuki ruang tunggu bagi yang baru pertama kali berkunjung di Jayapura pasti heran, karena kalau di daerah lain di area publik biasanya terpampang poster “DILARANG MEROKOK” tetapi di Bandara Sentani yang akan banyak kita temui adalah “DILARANG MAKAN PINANG”. Kebiasaan masyarakat Papua mengkonsumsi buah pinang sedikit banyaknya membawa budaya negatif membuang ludang pinang sembarangan yang dilakukan sebagian orang. Kalau barang bawaan kita banyak kita harus sudah siap-siap merogoh sedikit kocek lebih buat porter/buruh untuk membantu mengangkat barang kita, karena tidak seperti di bandara-bandara lain trolly/kereta dorong yang disediakan pihak pengelola bandara semuanya dikuasai para porter/buruh jadi anda jangan berharap mendapat trolly secara gratis. Angkutan dari Bandara Sentani menuju kota Jayapura berupa taksi banyak tersedia di bandara pelataran yang biasanya menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna coklat. Jika tujuan kita kota Jayapura tarif yang ditentukan biasanya sekitar dua ratus ribu rupiah sekali jalan. JIka anda sebelum tiba di Jayapura sudah melakukan reservasi hotel di Jayapura rasanya tidak akan kesulitan karena semua driver taksi bandara sudah mengenal hotel-hotel yang ada di Jayapura. Tetapi jika anda belum memiliki gambaran hotel tempat anda akan menginap di Jayapura sendiri sudah tersedia 2 hotel berbintang 4 yaitu Aston Hotel dan Swiss Bell Hotel, 3 hotel bintang 3 yaitu hotel Yasmin, Hotel Matoa dan Hotel Relat serta masih banyak hotel-hotel kelas-kelas di bawahnya dan hotel-hotel kelas Melati lainnya. Tetapi jika anda bepergian di kurun waktu di akhir tahun antara November atau Desember sebaiknya memang terlebih dahulu melakukan reservasi karena biasanya hotel-hotel tersebut penuh /full booked dengan event-event yang diselenggarakan instansi pemerintah. Perjalanan Bandara Sentani Jayapura apabila jalanan sepi bisa ditempuh 30-45 menit, tetapi pada saat jam sibuk bisa 1 jam lebih kita baru tiba di Jayapura. Lima belas menit pertama perjalanan kita dari bandara akan melewati jalanan sepanjang danau Sentani, pada beberapa tempat di sekitar danau apabila kita tiba sore hari kita dapat menikmati indahnya sunset dari pinggir danau. Setelah itu kita akan memasuki daerah Waena didaerah ini pemukiman agak padat sehingga pada jam-jam tertentu sering macet terutama di lampu merah Waena karena bisa dikatakan inilah lampu merah terkacau di Jayapura karena kendaraan biasa menerobos lampu merah dengan seenaknya. Selepas dari Waena kita akan memasuki daerah Abepura, Abepura adalah salah satu distrik di Kotamadya Jayapura sebutan kecamatan di Papua lebih dikenal dengan istilah Distrik. Abepura merupakan kota distrik yang bisa dikatakan kota satelit mandiri karena di daerah ini banyak terdapat perumahan, fasilitas umum, kantor pemerintahan, mall, food court, lembaga-lembaga pendidikan. Lepas dari Abepura kita akan menapaki perjalanan sekitar 5 menit di daerah perbukitan yang dikenal dengan sebutan skyline karena jalan ini berputar mendaki perbukitan dimulai dari daerah Kotaraja dan berakhir di Entrop. Disepanjang jalur skyline banyak terdapat warung-warung kelapa muda di pinggir jalan karena jalanan ini berada didaerah ketinggian dengan pemandangan indah mengarah ke teluk Youtefa, kelelahan perjalanan kita akan sedikit terobati dengan pemandangan yang tersaji yang begitu luar biasa. Paling lama 10 menit dari skyline kita sudah bisa tiba di Jayapura, dengan 2 jalur alternative dari Entrop kea rah Jayapura yaitu jalur atas melalui Polimak dan jalur bawah melalui Hamadi dan Argapura. Untuk perjalanan panjang yang melelahkan dari Jakarta sampai dengan Jayapura rasanya akan tidak rugi jika anda memilih hotel yang penulis rekomendasikan yaitu Swiss Bell Hotel. Keunggulan hotel ini adalah berada di pinggir laut, dengan pemandangan menghadap teluk Jayapura dan dilengkapi dengan kolam renang dan fitness centre. JIka waktu stay kita di Jayapura tidak terlalu lama sebaiknya kita merencanakan kunjungan kita ke beberapa tempat di Jayapura dengan baik. Beberapa alternative tempat wisata yang ada di Jayapura akan kita ulas di tulisan berikutnya. Welcome to Jayapura….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar