Rabu, 17 Agustus 2016

Mengambil Berkah dari Sistem Error Check In Garuda

Pada perjalanan kali ini saya mengunjungi kota Medan dalam rangka tugas, seperti biasa sebelum berangkat tiket sudah disediakan oleh kantor dengan kelas tertinggi (Y Class) dengan maksud supaya gampang direschedule kalo ada perubahan dan tentunya dengan system pembiayaan real cost hal ini sah-sah saja sepanjang dapat dipertanggungjawabkan dari sisi keuangan. Keberangkatan dari Jakarta menggunakan Garuda Nomor Flight GA 146 jam 12.00 WIB, perjalanan Jakarta-Medan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2,5 jam. Perjalanan menjadi tidak terasa karena saya tertidur sepanjang perjalanan dan hanya diselingi hidangan makan oleh kru Garuda. Setibanya di Medan jam 14.30 sudah ada yang menjemput perwakilan perusahaan yang akan saya datangi. Saya pun menuju tempat-tempat yang sudah direncanakan sebelumnya dan setelah selesai melaksanakan tugas langsung menuju Hotel Grand Antares untuk beristirahat. Tiba waktu malam, setelah selesai makan malam saya pun bergegasuntuk beristirahat karena besok paginya jam 05.15 saya harus kembali ke Jakarta. Saya mencoba tidur lebih awal setelah memesan call morning jam 03.00 ke Receptionist.Jam 03.00 alarm di Galaxy Note saya berbunyi tidak lama berselang telepon kamar berbunyi, receptionis memberitahukan pesanan call morning saya. Setelah mandi saya pun bersiap-siap untuk berangkat ke airport, karena waktu masih menunjukan pukul 03.30 saya pun menyalakan televise sambil menunggu jam 04.00 untuk turun ke lobi. Di televisi SCTV sedang menyiarkan pertandingan liga Champion live antara Barcelona vs PSG Saint German, sungguh sayang buat dilewatkan tetapi karena belum memesan taksi dan check out hotel akhirnya dengan terpaksa pertandingan ini dilewatkan dan informasi terakhir yang saya dapat pertandingan berakhir seri 2-2. Setelah menyelesaikan administrasi hotel dan memesan taksi akhirnya sayapun meluncur ke Airport setibanya di airport berbekal kode booking saya pun mencetak tiket di counter Garuda. Dengan tiket di tangan dan GFF Gold Card saya melapor di bagian pasasi Garuda. Antrian tidak terlalu panjang sehingga tidak membutuhan waktu lama untuk check in. Saya memesan kursi dibagian lorong seperti biasa dengan pertimbangan mudah untuk ke kamar kecil tanpa mengganggu orang yang duduk di sebelah. Saya ditawari untuk duduk di Emergecy seat 15C, bolehlah saya pikir karena biasanya kursi ini lebih luas. Setelah prosedur boarding dilewati saya sengaja mengantri dibagian depan agar bisa lebih dulu masuk ke pesawat. Di dalam pesawat saya pun duduk di kursi 15C sesuai boarding pass. Sambil menunggu pesawat take off saya membaca-baca majalah yang sudah disediakan di kursi. Tiba-tiba datang penumpang lain menegur saya “Pak maaf Bapak duduknya salah, no kursi saya 15C” karena saya merasa benar dan yakin saya tidak beranjak dari kursi saya. Akhirnya Pramugari datang meminta boarding pas saya, kemudian dia meminta maaf karena adanya system error menyebabkan ada duplikasi nomor kursi. Tidak lama kru darat Garuda datang sambil meminta saya pindah kursi ke 2F. Alamak saya dipindahkan ke Bisnis Class rejeki nomplok nih namanya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah kenapa saya yang dipilih untuk duduk di Kelas Bisnis apa karena karena GFF Gold atau karena saya mengambil tiket kelas Y. yang jelas saya benar2 menikmati penerbangan kali ini. Dalam hati saya berbisik buat Garuda sering-sering aja ya system check in-nya error tentunya asal jangan pesawat nya yang error. Bravo Garuda…

Repost from my nukil at : http://www.kompasiana.com/mpermana/mengambil-berkah-dari-sistem-error-check-in-garuda_55294074f17e6114548b457b

1 komentar: