Sesaat sebelum memutuskan untuk terbang menggunakan Sriwijaya ada keraguan dalam hati, pertama karena jarak yang akan ditempuh sangat jauh yaitu Jakarta-Jayapura sekitar 6-7 jam di udara dan yang kedua apakah tarif yang dikenakan tergolong murah atau mahal karena perjalanan kali ini bukan tugas kantor. Berdasarkan "grade" dan pengalaman pribadi untuk jalur penerbangan tersebut saya memang lebih merekomendasikan penerbangan Garuda daripada yang lainnya. Tetapi karena perjalanan ini bersifat pribadi tentunya perhitungan ekonomi lebih diutamakan. Setelah mempertimbangkan berbagai hal akhirnya sy memutuskan membeli tiket penerbangan Jakarta -Jayapura PP menggunakan Sriwijaya Air dengan harga kurang dari 3juta rupiah untuk tiket pulang-pergi. Penerbangan pertama Jakarta-Jayapura dengan Sriwijaya SJ580 jam 22.45 WIB dengan perkiraan tiba jam 07.10 WIT dengan sekali transit di Makassar dan penerbangan pulang dengan Sriwijaya SJ583 jam 08.50 WIT dengan perkiraan tiba jam 14.05 WIB transit Biak dan Makassar. Sekitar jam 19.00 saya sudah tiba di terminal 1B Aiport Soekarno Hatta, setelah melalui prosedur rutin check in dan sebagainya akhirnya saya pun tiba di ruang tunggu B5. Prosedur check in Sriwijaya saya rasakan cukup baik dan pelayannya cukup sopan termasuk permintaan khusus untuk memilih seat di koridor, karena kalau saya duduk di seat tengah (B atau E) saya merasa kurang nyaman. Setelah menunggu cukup lama akhirnya sekitar jam 22.30 penumpang Sriwijaya Air tujuan Jayapura dipersilahkan untuk boarding. Begitu melewati garbarata menuju pintu pesawat, saya cukup terkesan dengan sapaan Pramugari, tanda-tanda yang baik nih. Begitu duduk di kursi saya cukup terkejut begitu menyadari ternyata Sriwijaya menggunakan Boeing 737 seri 800 New Generation, karena sebelumnya saya tidak mencari referensi jenis pesawat yang digunakan, level aman ke-2 nih saya pikir. Kejutan berikutnya adalah tawaran permen/candy kepada setiap penumpang yang tentunya nilai plus lainnya buat Sriwijaya. Fligth Attendant Sriwijaya berdasarkan pengamatan saya adalah personil-personil yang sudah cukup pengalaman setidaknya pernah bekerja di maskapai lain hal ini berbeda dengan FA maskapai Li*n yang biasanya diisi "fresh graduate" sehingga pembawaannya kurang sabar dalam melayani customer/penumpang. Selang lebih kurang 20 menit penerbangan ke Makassar, saya dikejutkan dengan sajian snack/makanan kecil dengan menu roti 1 buah, kue basah 1 buah dan air mineral gelas 1 buah. Rasanya cukuplah untuk mengganjal perut bagi penumpang yang belum sempat makan malam. Selesai menikmati sajian snack dan kagum atas keramahtamahan FA Sriwijaya saya pun tertidur. Terjaga menjelang pendaratan di Bandara Hasanuddin Makassar, saya merasakan landing yang cukup halus. Begitu pesawat sandar di garbarata penumpang transit tujuan Jayapura dipersilahkan turun dan melapor dengan pengumuman "tanpa membawa bagasi kabin karena akan melanjutkan penerbangan dengan pesawat yang sama". Saya beri tanda kutip karena untuk maskapai Li*on, dalam kondisi seperti ini penumpang diharuskan membawa seluruh bagasi kabin ke ruang tunggu dengan alasan ganti kru/pesawat. Bisa dibayangkan dalam kondisi tengah malam dalam kondisi ngantuk disuruh membawa turun barang-barang bagasi kabin kemudian naik lagi ternyata begitu didalam masih pesawat yang sama. Keunggulan buat Sriwijaya lagi nih. Setelah menunggu 30 menit, penumpang tujuan Jayapura dipersilahkan kembali naik pesawat, dengan perasaan senang tenang dan nyaman saya kembali naik ke Sriwijaya untuk melanjutkan perjalanan ke Jayapura yang saya yakini akan menjadi pengalaman pertama yang mengesankan terbang bersama Sriwijaya. Maju terus Sriwijaya, semoga menjadi leader penerbangan murah namun tidak murahan.
Repost my nukil at : http://www.kompasiana.com/mpermana/terbang-bersama-sriwijaya-murah-namun-tidak-murahan_5517366fa333117e07b659d9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar